I actually don't think something like perfection exists,
that is i think why we are born able to absorb things,..
and by comparing ourselves with something else, we can finally head in a good direction.
Tampilkan postingan dengan label Kilau Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kilau Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2012

Kasih Orang Tua




Ingat dan kenanglah kedua orang tua kita, janganlah kau kecewakan mereka dengan sikap dan kelakuanmu yang menyakitkan mereka, karena biasanya disaat orang tua kita masih hidup, harus diakui kita tidak mudah untuk menghargai kasih sayang dan perhatian mereka kepada kita yang sering kita artikan sebagai batasan dan aturan, padahal mereka hanya menginginkan kebaikan untuk diri karya mereka yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan menjadi "sok dewasa" bahkan jarang mau mendengarkan nasihat-nasihat mereka yang tulus dengan menebar cinta dan kasih sayang mereka kepada kita dalam setiap desah nafas mereka.

Bahkan dalam amarah, kekecewaan dan kesedihan mereka, kita selalu diselimuti dengan kasih sayang yang tak berujung, mungkin nasihat ini sudah sering terdengar di telinga kita, namun tak akan pernah usang, yaitu karena orang tua kita dilahirkan pada saat itu mereka selalu mengenang orang tua mereka yang sebenarnya mengenang keberadaan diri kita sendiri. Jangan jadikan generasi kita kalah dengan generasi mereka yang selalu menghormati orang tua kita seperti harga mati yang jika diperlakukan dengan tidak baik, kita pun akan merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan. Jangan jadikan anak-anak kita bahkan jauh tertinggal dari kita, karena kita akan menjadi orang tua seperti mereka yang terus melimpahi kasih sayang kita kepada anak-anak kita.

Kita terlahir dari buah kasih sayang, kita tumbuh dalam naungan kasih sayang, kita pun ditinggalkan dengan lambaian kasih sayang. Memang tak ada yang terlambat, namun sebelum hati terdalam anda menyesal, kasihilah orangtua anda. Bagi mereka, balasan ini jauh lebih berharga dari apa pun yang pernah diperolehnya. Bagi mereka, itulah bekal sebaikbaiknya untuk menikmati usia senja mereka.




Ya rahman ya rahiim, ij'alna wa liwalidiina minal jannati multaqiin wa daakhiliin birahmatika ya arhamarrahimiin, aamiin

Berapa Besar Bobot Sebuah Do'a

Bukankah kita sering berdo'a, mulai dari do'a yang baik hingga do'a yang merujuk kepada keburukan. Apakah kita tahu, berapa besar bobot do'a yang kita sering lakukan itu, so disini ada sedikit cerita yang mungkin bisa direnungkan, check this one out.

 
Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket,mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
"Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu,Pak.Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?" " Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal." Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan
sesuatu pada kertas kumal tersebut,lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap
Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." 
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.

Disaksikan  oleh  pelanggan  baik  hati  tadi,  si  Pemilik  toko  menaruh  belanjaan  tersebut  pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik
toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek : 


" Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

Moga bermanfaat... :)

Senin, 17 September 2012

3 Pertanyaan ALLAH itu ada


Sekedar sebagai bahan renungan,



Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri dan kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kyai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya, akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang yang dimaksud tersebut.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?


Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan  banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab  pertanyaan saya.

Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan: 
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya!  
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syetan  diciptakan dari  api kenapa  dimasukan ke neraka  yang  dibuat  dari  api,tentu  tidak menyakitkan buat syetan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.  

Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?

Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit 

Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?

Pemuda : Ya

Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak bisa
 

Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya. Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya ?

Pemuda : Tidak

Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini ?

Pemuda : Tidak.

Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir. Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?

Pemuda : kulit.

Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ?

Pemuda : kulit.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?


Pemuda : Sakit.

Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.

Semoga Bermanfaat ... :)